Sesaat setelah acara selesai pembacaan QOSIDAH BURDAH di Masjid Al Ikhlas Karangkates,dengan beberapa teman aku jagong maton ( ngobrol ) ngalor ngidul , yang kadang saling menyentil akan makna hidup , aku banyak terdiam karena hanya akulah yang bukan produk Pesantren ( banyak cerita kenangan pada saat nyantri dulu).
Dari cerita cerita tersebut aku sempat terkenang pada salah satu rekan yang cerita pada sosok seorang sufi yang bernama Uwais Al-Qorni :
Rabi’ bin Khutsaim berkata, “Aku pergi ke tempat Uwais Al-Qarni. Aku mendapati beliau sedang duduk setelah selesai menunaikan shalat subuh.”
Rabi’ bin Khutsaim berkata dalam hati “Aku tidak akan mengganggu beliau dari bertasbih. Setelah masuk waktu zuhur, beliau mengerjakan shalat zuhur, dan begitu masuk waktu ashar, beliau shalat ashar. Selesai shalat ashar, beliau duduk sambil berzikir hingga tiba waktu maghrib. Setelah shalat maghrib, beliau menunggu waktu isya’, kemudian shalat isya’. Selesai shalat isya’, beliau mengerjakan shalat hingga menjelang subuh. Setelah shalat subuh, beliau duduk dan tanpa sengaja tertidur. Tiba-tiba saja beliau terbangun. Ketika itu aku mendengar dia berkata, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mata yang senang tidur, dan perut yang tidak merasa kenyang.’”
Semula aku tak tertarik dengan cerita tersebut karena aku tak tahu darimana teman tersebut mendapat bahan cerita itu, sampai hampir tengah malam kami semua bubaran, setiba di rumah aku langsung merebahkan diri terasa mata ini sulit kupejamkan ku teringat cerita rekan tersebut dan akhirnya bisa aku ambil pelajaran betapa diriku yang senantiasa bergelimang dengan maksiat tapi sering merasa diri sudah baik dan merasa benar Astaghfirullah ampuni hambaMu ini ya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar